Sub Konten
|
Uraian Konten (Materi)
|
Konten Prasayarat & Penunjang
|
Aplikasi dalam kehidupan
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Wujud Zat
|
Menurut wujudnya zat digolongkan menjadi tiga yaitu :
a.
zat padat,
b.
zat cair, dan
c.
zat gas.
1. Perubahan Wujud Zat
a. Membeku
Peristiwa perubahan wujud dari cair menjadi padat. Dalam peristiwa ini
zat melepaskan energi panas.
b. Mencair
Peristiwa perubahan wujud zat dari padat menjadi cair. Dalam peristiwa
ini zat memerlukan energi panas.
c. Menguap
Peristiwa perubahan wujud dari cair menjadi gas. Dalam peristiwa ini zat
memerlukan energi panas.
d. Mengembun
Peristiwa perubahan wujud dari gas menjadi cair. Dalam peristiwa ini zat
melepaskan energi panas.
e. Menyublim
Peristiwa perubahan wujud dari padat menjadi gas. Dalam peristiwa ini zat
memerlukan energi panas.
f. Mengkristal
Peristiwa perubahan wujud dari gas menjadi padat. Dalam peristiwa ini zat
melepaskan energi panas.
Gambar 1.1
Skema Perubahan Wujud Zat
|
Konten Prasayarat
Konsep :
Zat adalah sesuatu yang
menempati ruang dan memiliki massa.
Konten Penunjang :
a. Zat Padat
Padat adalah keadaan benda di mana
volume dan bentuk tetap. Di dalam benda padat terdapat atom/molekul berdekatan,
atau "keras", tetapi, tidak mencegah benda padat berubah bentuk
atau terkompresi. Dalam fase padat, atom memiliki order ruang karena semua
benda memiliki energi kinetik, atom dalam benda padat yang paling keras bergerak
sedikit, tetapi gerakan ini tak terlihat.
b. Zat Cair
Zat Cair adalah zat di mana volumenya mengikuti bentuk
wadah. Zat cair merupakan salah satu jenis fluida. Fluida merupakan zat yang
mengalir.
c. Zat Gas
Gas adalah suatu fase benda. Seperti
cairan, gas mempunyai kemampuan untuk mengalir dan dapat berubah bentuk.
Namun berbeda dari cairan, gas yang tak tertahan tidak mengisi suatu volume
yang telah ditentukan, sebaliknya gas mengembang dan mengisi ruang apapun di
mana mereka akan
berada. Tenaga gerak/energi kinetis dalam suatu gas adalah bentuk zat
terhebat kedua (setelah plasma). Karena penambahan energi kinetis ini,
atom-atom gas dan molekul sering memantul antara satu sama lain, apalagi jika
energi kinetis ini semakin bertambah.
d.
Perubahan wujud zat adalah
perubahan termodinamika dari satu fase benda ke keadaan wujud zat yang lain
e.
Energi panas adalah segala kemampuan yang terjadi akibat adanya pengaruh
panas.
|
a.
Membeku
Gambar
di atas adalah gambar es krim yang diperoleh dengan cara perubahan wujud
membeku yaitu perubahan wujud dari cair manjadi padat. Es krim ini terbentuk
karena air yang di campur dengan gula di dinginkan di dalam
frezes pada suhu tertentu
sehingga berubah menjadi padat.
b.
Mencair
Gambar
di atas menunjukkan salah satu peristiwa di alam yaitu mencairnya es dikutub
karena kenaikan suhu bumi. Perubahan wujud mencair yaitu perubahan wujud dari
padat menjadi cair. Contoh lain yang sering kita temui adalah mencairnya
margarin ketika kita menuangkannya ke atas wajan yang di panaskan, mencairnya
besi ketika besi itu dileburkan dan ingin di jadikan sesuatu yang lain,
melelehnya lilin atau plastik ketika dipanaskan
c.
Menguap
Gambar
di atas menunjukkan salah satu contoh dari peristiwa menguap yaitu perubahan
wujud dari cair menjadi gas. Peristiwa di atas kalian sering temui ketika ibu
kalian sedang memasak air. Ketika air terus di panaskan maka akan berubah
mennjadi uap. Hal ini disebakan karena partikel air yang dulunya lebih rapat
karena adanya perubahan suhu menjadi lebih panas partikel akan menjadi lebih renggang dan gerakkanya partikel juga menjadi
lebih bebas saat itulah menjadi gas terjadi.
d.
Mengembun
Gambar
di atas menunjukkan salah satu contoh dari peristiwa pengembunan yaitu perubahan
wujud dari gas menjadi zat cair. Peristiwa di atas sering kalian temui diwaktu pagi hari yaitu pada dedaunan ada titik-titik air, hal ini disebabkan karena
udara di sekitar daun berubah menjadi zat cair karena suhunya rendah di waktu
malam hari. Peristiwa lain yang merupakan contoh dari
peristiwa pengembunan
adalah apabila kalian membuka magig ger yang sedang listriknya mati maka di
atas tutup akan ada bintik-bintik air. bintik air ini terjadi karena
perubahan wujud dari gas yang dihasilkan panas nasi beruabah menjadi cair
ketika di bawah tutup karena perubahan suhu.
e.
Menyublim
Gambar di atas adalah gambar yang
menunjukkan salah satu contoh peristiwa menyublim yaitu perubahan zat padat
menjadi zat gas.
Tentu kalian sudah sering meilihatnya di rumah kalian. Ibu kalian sering
menggunakan kapur barus itu di dalam almari atau di kamar mandi. Tujuan ibu
kalian menruhnya di almari dengan tujuan untuk mengurangi bau apek atau tidak
enak pada almari yang penuh dengan baju. sehingga almari tidak menjadi
lembab.
Selain
itu alasan digunakannya kapur barus di almari ternyata karena perubahan wujud
ini sering disebut dengan menyublim. Jadi menyublim adalah perubahan wujud
dari padat menjadi gas tanpa mengalami fase cair.
f.
Mengkristal
Gambar
di atas menunjukkan salah satu contoh dari peristiwa mengkristal yaitu perubahan wujud dari gas menjadi zat padat. Contohnya ialah perubahan uap menjadi salju.
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Teori Partikel Zat
|
A. Teori Partikel Zat
Zat tersusun atas
partikel-partikel yang sangat kecil. Partikel-partikel itu yang dinamakan
molekul.
Teori molekul atau teori atom dapat digunakan untuk menjelaskan perubahan
wujud zat.
a. Zat Padat
Zat padat tersusun atas partikel-partikel yang teratur dan mempunyai
jarak antarpartikel yang sangat rapat. Gaya tarik-menarik antarpartikel zat
padat sangat kuat. Hal tersebut menyebabkan partikel pada zat padat tidak
dapat bergerak secara bebas untuk berpindah tempat. Gerak molekul-molekul zat
padat hanya sebatas bergetar dan berputar-putar pada tempatnya saja. Keadaan
tersebut yang menyebabkan zat padat dapat mempertahankan bentuk dan volumenya
sehingga zat padat selalu mempunyai bentuk dan volume yang tetap.
Gambar 1.2 Susunan partikel zat padat
b. Zat Cair
Berbeda dengan zat padat, zat cair mempunyai susunan partikel yang kurang
teratur dan kurang rapat dibandingkan susunan partikel pada zat padat. Selain
itu, gaya tarik antar partikel agak lemah. Hal inilah yang menyebabkan
partikel-partikel dapat bergerak bebas untuk berpindah tempat. Akan tetapi,
partikel-partikel penyusun pada zat cair tidak dapat memisahkan diri dari
kelompoknya.
Keadaan ini menyebabkan volume zat cair selalu tetap, walaupun bentuknya
selalu berubah mengikuti tempatnya.
Gambar 1.3 Susunan partikel zat cair
c. Zat Gas
Zat gas mempunyai sifat bentuk berubah-ubah dan volume berubah-ubah.
Bentuknya dapat berubah-ubah dikarenakan partikel-partikel pada zat gas
tersusun tidak teratur, letak partikel-partikelnya berjauhan, gaya tarik antar partikel sangat lemah.
Volume pada zat gas dapat berubah-ubah dikarenakan partikel tersebut dapat
bergerak bebas meninggalkan kelompoknya.
Berdasarkan perubahan wujud zat pada teori partikel,
saat zat padat dipanaskan, mengakibatkan partikel-partikel zat padat bergerak
lebih cepat dan gaya tarik antarpartikel menjadi lemah. Akibatnya ialah
partikel-partikel dapat berpindah tempat menyebabkan wujud zat berubah dari
padat menjadi cair.
Bila zat cair dipanaskan, maka akan mengakibatkan
partikel-partikel zat cair bergerak dengan cepat dan gaya tarik antarpartikel
tersebut pun menjadi lemah. Akibatnya partikel-partikel pada zat cair dapat
berpindah-pindah tempat yang menyebabkan wujud zat berubah dari cair menjadi
gas.
2. Kohesi dan Adhesi
Setetes air yang jatuh di kaca meja akan berbeda
bentuknya bila dijatuhkan pada sehelai daun talas. Mengapa demikian? Antara
molekul-molekul air terjadi gaya tarik-menarik yang disebut dengan gaya
kohesi molekul air. Gaya kohesi dapat diartikan sebagai gaya tarikmenarik
antara partikel-partikel zat yang sejenis.
Gambar 1.5 Gaya tarik-menarik antarpartikel
Pada saat air bersentuhan dengan benda lain,
molekul-molekul bagian luarnya akan tarik-menarik dengan molekul-molekul luar
benda lain tersebut. Gaya tarik-menarik antara partikel zat yang tidak
sejenis disebut gaya adhesi. Gaya adhesi antara molekul air dengan molekul
kaca berbeda dibandingkan gaya adhesi antara molekul air dengan molekul daun
talas.
Gambar 1.6 Gaya Adhesi terjadi pada moleku-molekul yang
tidak sejenis
Demikian pula dengan gaya kohesi antarmolekul air lebih
kecil daripada gaya adhesi antara molekul air dengan molekul kaca. Itulah
sebabnya air dapat membasahi kaca dan akan berbentuk melebar. Namun air tidak
membasahi daun talas dan tetes air berbentuk bulat-bulat menggelinding di
permukaan karena gaya kohesi antarmolekul air lebih besar daripada gaya
adhesi antara molekul air dan molekul daun talas.
Gaya kohesi maupun gaya adhesi mempengaruhi bentuk
permukaan zat cair dalam wadahnya. Misalkan ke dalam dua buah tabung reaksi
masing-masing diisikan air dan raksa. Apa yang terjadi? Permukaan air dalam
tabung reaksi berbentuk cekung disebut meniskus cekung, sedangkan pada
permukaan raksa dalam tabung reaksi berbentuk cembung disebut meniskus
cembung, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1.7. Hal tersebut dapat
dijelaskan bahwa gaya adhesi molekul pada air dengan molekul kaca lebih besar
dari pada gaya kohesi antar molekul pada air, sedangkan gaya adhesi molekul
raksa dengan molekul kaca lebih kecil daripada gaya kohesi antara molekul
raksa.
Gambar 1.7 Meniskus Cekung dan cembung
Meniskus cembung maupun cekung menyebabkan sudut kontak antara bidang
wadah (tabung) dengan permukaan zat cair berbeda besarnya. Meniskus cembung
menimbulkan sudut kontak tumpul (>900), sedangkan pada meniskus
cekung menimbulkan sudut kontak lancip (<900).
3. Kapilaritas
Gaya kohesi dan gaya adhesi berpengaruh pada gejala
kapilaritas. Kapilaritas adalah gejala naik atau turunnya cairan di dalam
pipa kapiler atau pipa kecil. Sebuah pipa kapiler kaca bila dicelupkan pada
tabung berisi air akan dijumpai air dapat naik ke dalam pembuluh kaca pipa
kapiler, sebaliknya bila pembuluh pipa kapiler dicelupkan pada tabung berisi
air raksa akan dijumpai bahwa raksa di dalam pembuluh kaca pipa kapiler lebih
rendah permukaannya dibandingkan permukaan raksa dalam tabung. Jadi,
kapilaritas sangat tergantung pada kohesi dan adhesi. Air naik dalam pembuluh
pipa kapiler dikarenakan adhesi sedangkan raksa turun dalam pembuluh pipa
kapiler dikarenakan kohesi. Perhatikan gambar berikut.
Gambar 1.7 Perbedaan ketinggian permukaan air dan raksa
dalam pipa kapiler
Sekarang ini, banyak dikembangkan teknologi yang mendasarkan pada gaya
adhesi maupun kohesi. Beberapa tekstil kain tiruan menghasilkan kain yang
kohesif terhadap debu. Jadi, pakaian dari bahan tersebut tidak mudah kotor.
Di lain pihak, banyak ditemukan bahan-bahan adhesif yang serbaguna, lem
alteco, dan sejenisnya sangatlah berguna bagi kehidupan. Bahkan, luka bekas
operasi sekarang tidak perlu dijahit melainkan cukup dilem dengan lem khusus
yang adhesif dengan jaringan kulit dan otot.
|
Konsep :
Molekul
adalah bagian terkecil suatu zat yang masih memiliki sifat zat itu. Atom adalah partikel yang sangat kecil
penyusun suatu benda.
Konsep :
Cembung dan cekungnya adalah peristiwa dimana permukaan zat cair dalam
tabung disebut meniskus.
a.
Atom adalah bagian terkecil dari unsur yang tidak dapat dibagi-bagi dan
masih memiliki sifat-sifat unsur tersebut. Sebagai contoh besi tersusun oleh
atom-atom besi, emas tersusun oleh atom-atom emas, dan sebagainya.
b.
Partikel merupakan
satuan bagian terkecil dari suatu materi
c.
Volume atau bisa juga disebut kapasitas adalah penghitungan seberapa
banyak ruang yang bisa ditempati dalam suatu objek
d.
Molekul adalah bagian terkecil suatu zat yang masih memiliki sifat zat
itu. ”
e.
Air Raksa atau Mercury merupakan satu-satunya logam berbentuk cairan,
berwarna abu-abu keperakan, mudah menguap pada suhu kamar, dan tidak berbau.
f.
Sudut kontak adalah sudut di mana antarmuka cair / uap memenuhi permukaan
padat.
g.
Pipa kapiler adalah pipa pada alat pendingin yang paling kecil baik itu
pada AC, Kulkas, Freezer, Dispenser, dll. Ukuran pipa kapiler pada kulkas,
freezer, atau dispenser sekitar 0,26” sampai 0,31”.
h.
Kapilaritas adalah peristiwa naik atau turunnya permukaan zat cair pada
pipa kapiler
|
Beberapa benda
seperti besi, kayu, aluminium termasuk zat padat. Air, minyak termasuk
zat cair, sedangkan gas elpiji, udara termasuk zat gas.
Contoh gaya kohesi ialah :
a. gaya tarik menarik antara molekul
kayu membentuk kayu
b. gaya tarik menarik antara molekuk
kapur membentuk kapur batang
c. gaya tarik menarik antara
molekul-molekul pada gula
membentuk butiran gula pasir
Contoh gaya adhesi ialah :
a. Tinta dapat menempel di kertas
b.
Kapur
/ tinta dapat menempel di papan tulis
c.
Semen
dapat melekatkan batu dengan pasir
d.
Cat
dapat menempel pada tembok
Contoh dari
peristiwa
kapilaritas dalam kehidupan sehari-hari :
a. Naiknya minyak tanah melalui sumbu
kompor
b. Naiknya minyak tanah melalui sumbu
pada lampu tempel
c. Naiknya air tanah sampai ke daun
melalui pembuluh tapis
d. Menetesnya air pada kain dalam
ember yang semampai
e. Basahnya tembok pada rumah bagian dalam ketika hujan.
Ketika terkena hujan, maka tembok bagian luar akan basah, kemudian merembes
ke bagian yang lebih dalam.
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Massa Jenis
|
A. Massa Jenis
Sebuah kelereng dapat
ditimbang massanya dan dihitung volumenya. Hasil dari perbandingan antara massa dan
volume kelereng menunjukkan kerapatan molekul-molekul yang terdapat di dalam kelereng.
Hasil tersebut tentunya berbeda dengan perhitungan yang didapat dari
perbandingan massa suatu bola gabus dengan volumenya.
Gambar 1.8 (a)
Kelereng dan (b) Bola Gabus
Kerapatan molekul-molekul kelereng lebih tinggi daripada kerapatan
molekul-molekul gabus. Pengertian massa jenis adalah massa tiap satuan
volume. Massa jenis dilambangkan dengan simbol
Massa jenis benda sering disebut dengan kerapatan benda dan merupakan
ciri khas setiap jenis benda. Massa jenis tidak tergantung pada jumlah benda.
Apabila jenisnya sama maka nilai massa jenisnya juga sama. Misalnya, setetes
air dan seember air mempunyai nilai massa jenis sama yaitu 1 gram/cm3.
Berbagai logam memiliki nilai massa jenis besar dikarenakan atom-atom dalam
susunan molekulnya memiliki kerapatan yang besar. Gabus atau stirofoam
mempunyai massa jenis kecil karena susunan atom-atom dalam molekulnya
memiliki kerapatan kecil.
Massa jenis suatu benda dapat berbeda, meskipun bahan penyusunnya
memiliki ukuran sama. Hal ini karena massa jenis bergantung pada besar massa
dan volumenya. Secara matematis, massa jenis suatu zat dapat ditentukan
melalui persamaan berikut ini.
Satuan massa jenis dapat juga dinyatakan dalam g cm-3. Tahukah
kamu bagaimana cara mengonversi satuan dari kg m-3 menjadi g cm-3?
Perhatikan uraian berikut.
Tabel 1.1
Massa Jenis berbagai zat
Pengukuran volume terkadang kurang teliti jika dibandingkan pada
pengukuran massa. Untuk itulah dalam menentukan massa jenis hanya dilakukan
pengukuran massa. Hal inilah yang mendasari digunakannya massa jenis relatif.
Massa jenis relatif didefinisikan sebagai nilai perbandingan massa jenis
bahan dengan massa jenis air. Massa jenis air diketahui yaitu 1 g cm-3
atau 1.000 kg m-3.
2.
Satuan Massa Jenis
Satuan massa jenis dalam SI adalah
kg/m3. Bagaimana cara mengubah satuan massa jenis kg/m3
menjadi g/cm3 ataupun sebaliknya? Tentu kamu dapat melakukannya
dengan cara sebagai berikut. Misalnya massa jenis air 1000 kg/m3.
Konversikan ke dalam g/cm3
3.
Menentukan Massa Jenis Zat Padat
a.
Bentuknya teratur
Langkah yang harus dilakukan ialah
mengukur massa zat-zat dengan menggunakan neraca atau timbangan. Volume zat
dapat dihitung dengan menggunakan rumus berdasarkan bentuknya misalnya,
kubus, balok. Langkah terakhir menentukan massa jenis zat dengan membagi
massa zat dengan volume zat.
b.
Bentuknya tidak teratur
Misalnya yang hendak kamu ketahui adalah massa jenis
batu. Langkah yang harus kamu lakukan sebagai berikut :
1)
Timbanglah batu tersebut dengan neraca untuk mengetahui massa batu. Catat
hasil pengukuranmu!
2)
Sediakan gelas ukur, tuangkan air ke dalam gelas ukur
tersebut. Catat volumenya, misal V1 = 50 ml.
3)
Masukkan batu yang hendak kamu ketahui volumenya ke
dalam gelas ukur yang berisi air. Catat kenaikan volume airnya, misalnya V2
= 70 ml.
4)
Volume batu = V2 – V1
5)
Massa jenis zat merupakan hasil bagi massa zat dengan
volume zat.
3.
Menentukan Massa Jenis Zat Cair
Massa jenis zat cair dapat diukur
langsung menggunakan hidrometer. Hidrometer memiliki skala massa jenis dan
juga pemberat yang dapat mengakibatkan posisi hidrometer vertikal. Cara
mengetahui massa jenis zat cair adalah dengan memasukkan hidrometer ke dalam
zat cair tersebut. Hasil pengukuran dapat diperoleh dengan acuan, semakin
dalam hidrometer tercelup, menyatakan massa jenis zat cair yang diukur
semakin kecil.
4.
Massa Jenis Zat Berguna untuk
Menentukan Jenis Zat
Penentuan jenis suatu zat dapat
dilakukan dengan cara mengukur massa zat dan volumenya, selanjutnya mencari
massa jenis zat tersebut dengan cara membagi massa zat dengan volume zat.
Hasil yang diperoleh dikonfirmasikan dalam tabel massa jenis berbagai zat.
5.
Manfaat Mengetahui Massa Jenis
Aluminium
digunakan untuk bahan pembuatan pesawat karena aluminium bersifat kuat dan
memiliki massa yang kecil sehingga ringan tidak seperti logam-logam lainnya
misalnya, besi. Polystyrene digunakan sebagai bahan mebeleir karena memiliki
massa yang cukup rendah dan massa jenis rendah. Hal ini mengandung makna polystyrene
digunakan sebagai bahan mebeleir yang menempati ruangan luas tetapi massanya
cukup rendah.
Selain
massa jenis, dikenal pula berat jenis. Berat jenis adalah berat benda (w)
tiap satuan volume (V). Bila berat jenis dapat dilambangkan dengan S, dapat
dinyatakan dengan persamaan
Keterangan:
S = berat jenis (N/m3 atau dyne/cm3)
w = berat benda (N atau dyne)
V = volume benda (m3 atau cm3)
Berat
benda merupakan hasil kali antara massa benda (m) dengan percepatan gravitasi
bumi (g), atau dapat ditulis sebagai
w = m . g
Keterangan:
w = berat benda (N)
m = massa benda (kg)
g = percepatan gravitasi bumi (m/s2)
Dengan demikian, berat jenis dapat ditulis dalam bentuk
lain sebagai berikut.
Karena
S = ρ × g
Jadi,
berat jenis benda adalah hasil kali antara massa jenis dengan percepatan
gravitasi.
|
a.
Massa (berasal dari bahasa Yunani μάζα) adalah suatu sifat fisika dari
suatu benda yang digunakan untuk menjelaskan berbagai perilaku objek yang
terpantau.
b.
Satuan adalah pernyataan yang menjelaskan arti dari suatu besaran yang
digunakan dalam kebenaran pengukuran atau sebagai nilai standar bagi
pembanding alat ukur, takar, timbang
c.
konversi adalah perubahan dari satu sistem pengetahuan ke sistem lain
d.
Pengukuran adalah kegiatan membandingkan besaran dengan satuan atau suatu
cara untuk mengetahui besarnya suatu besaran dengan menggunakan satuannya.
e.
Hidrometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur berat jenis (atau
kepadatan relatif) dari cairan, yaitu rasio kepadatan cairan dengan densitas
air.
f.
neraca adalah alat pengukur massa pad asuatu benda,dan neraca memiliki
beberapa macam jenis
g.
Aluminium adalah logam yang berwaarna putih perak dan tergolong ringan
yang mempunyai massa jenis 2,7 gr cm –3
|
Contoh aplikasi massa jenis dalam kehidupan sehari-hari ialah :
a. Es dapat terapung di air, sedangkan batu tenggelam
dalam air. Hal tersebut terjadi karena es memiliki massa jenis lebih kecil
dari air, sehingga es dapat terapung dalam air. Batu tenggelam dalam air
karena memiliki massa jenis lebih besar daripada air.
b. kapal selam dapat terapung dan tenggelam di air. Hal
tersebut terjadi karena ketika terapung massa jenis total kapal selam lebih
kecil dari air laut dan sewaktu tenggelam massa jenis total kapal selam lebih
besar dari air laut. Kapal selam memiliki tangki pemberat yang berisi air dan
udara. Tangki tersebut terletak di antara lambung kapal sebelah dalam dan
luar. Tangki dapat berfungsi membesar atau memperkecil massa jenis total
kapal selam. Ketika air laut dipompa masuk ke dalam tangki pemberat, massa
jenis kapal selam lebih besar dan sebaliknya agar massa jenis total kapal
selam menjadi kecil, air laut dipompa keluar.
c. Balon gas. Balon gas ini berisi gas helium. Gas helium
memiliki massa jenis yang lebih kecil dari udara, sehingga balon gas bisa
naik ke atas.
d. Botol air minum dingin yang berasal dari lemari es
terdapat endapan kapur. Hal itu dapat terjadi karena air yang jernih dapat
juga mengandung kapur, namun apabila dilihat langsung dengan mata tidak
kelihatan. Ketika air dingin massa jenis air lebih kecil dan terpisah dari
kapur sehingga kapur yang memiliki massa jenis lebih besar akan turun ke
bawah dan mengendap.
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Media Pembelajaran
Sabtu, 22 Maret 2014
Strukturisasi Materi Konsep Zat
Langganan:
Postingan (Atom)